Thursday, September 28, 2006

Tabur Benih atau Makan Benih

Dalam suatu percakapan santai dengan beberapa orang tua yang saya sudah kenal akrab, ayah dari teman-teman saya.
Saya mendapati bahwa mereka mengalami keadaan 'pernah kaya', tetapi sekarang kehidupannya kecukupan saja.
Mengapa ini terjadi?

Ada tertulis, "Dalam rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.", tapi mengapa pengikut Bapa tidak memiliki tempat tinggal.
Ternyata semua orang mengalami fase 'kaya' atau memiliki kelebihan keuangan secara drastis.
Kisarannya antara umur 30 s/d 40 tahunan. Mungkin mereka bekerja di perusahaan yang bagus, atau usaha-nya berjalan dengan baik.
Nah, ini adalah BENIH.

Kebanyakan orang memakan benih ini dan bukan menaburnya. Saya ingat pengalaman teman saya, sewaktu usahanya maju, dia hidup sangat
konsumtif. Beli rumah mewah, ganti mobil baru, beli mesin jahit yang modern, sepeda gunung model terbaru, membelikan banyak mainan
untuk anaknya. Tetapi kemudian, setelah benih yang harusnya ditabur ke usaha-nya agar semakin solid, malah digunakan untuk hal-hal di atas.
Maka kehidupannya mulai turun drastis. Usahanya bermasalah dan bangkrut.

BENIH untuk ditabur bukan untuk dimakan. Jangan sampai kita bercerita ke angkatan sesudah kita bahwa kita 'pernah kaya'.
Belajar untuk menabur, jangan memakan benih.

Ada tertulis, "Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Ong Budi

Tuesday, March 07, 2006

Hidup itu suatu pilihan - It's up to U!

Hidup itu suatu pilihan - It's up to U!

Sewaktu mengendarai motor dari PLN Blok M ke arah Sudirman, di perempatan Bulungan,ada

dua orang berboncengan naik motor yang menanyakan arah ke kota mana.
Saya tunjukkan ke mereka bahwa mereka harus belok ke kanan menuju Sudirman, terus ke

Harmoni.
Ada satu hal yang saya wanti-wanti beri tahu ke dia, hati-hati -- di depan sana ada

jalur cepat dan jalur lambat. Jangan sekali-kali masuk ke jalur cepat, karena akan

ditangkap polisi di sana. Setelah mengucapkan terima kasih, mereka melanjutkan perjalanan

mereka.
Setelah lampu menyala hijau, mereka melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba di depan

mereka ada satu motor yang menyalip dan masuk ke jalur cepat. Segera si penanya tadi

mengikuti aksi mereka dan masuk ke jalur cepat. Kedua motor tersebut distop polisi. Saya

perhatikan dari jauh.....
Hidup itu pilihan, itu bukan kesalahan saya kalau dia memilih jalan yang salah, karena

mengikuti jalan orang lain yang juga salah.....
IT'S UP TO YOU GUS!!!! Divorce is bad, although many ones did it. It's still BAD!!!

Wednesday, January 18, 2006

DAYENU (Enough is Enough)

Kemarin saya makan siang di basement di gedung ini. Kebetulan lagi bokek, jadi makan cuma sayur + telor dadar. Selagi makan di depan saya duduk seorang satpam dia kebetulan makan dengan teman-nya, waktu saya perhatikan makan siang-nya, saya hampir menangis melihatnya. Dia hanya makan dengan sayur daun singkong + 1 buah gorengan.... Ampuni saya Tuhan, seharusnya saya lebih bersyukur lagi kepada-Mu. Saya pikir saya sudah cukup menderita dengan makanan spt ini, tapi ternyata ada yang lebih kekurangan lagi. Memang kita harus sering mengucapkan DAYENU - bahasa Ibrani artinya "cukup / itu akan cukup". Enough is enough, Thanks God.

Ong Budi

Ong Budi

Sesuai dengan Tujuan Diciptakan.

Saya baru kenal orang ini. Badan-nya tegap kuat, Solihin namanya. Dia bekerja untuk sebuah moving company. Bicara-nya sangat sopan, kelihatan careful sekali. Dia yang akan menjadi supervisor pindahan kantor kami. Saya ingat pernah jadi pembicara dan mengatakan "Seandainya semua orang ditempatkan sesuai dengan bidang di mana dia diciptakan Tuhan, tidak akan ada lagi orang yang miskin & kekurangan." Juga saya katakan,"Banyak orang ditempatkan di posisi tinggi bukan karena keahliannya tetapi karena uang sogokan-nya, sehingga untuk meningkat ke arah yang lebih tinggi lagi mereka gunakan uang sogokan yang lebih besar lagi. Sehingga kadang ada banyak orang yang tidak sesuai dengan keahlian-nya ada di tempat yang tinggi."
Kembali ke Bapak Solihin, memang dari cara bicara-nya dan penampilan-nya kelihatan bukan orang pintar (tapi apa perlu pintar-pintar amat untuk mengangkat-angkat barang?). Benar... Tuhan ciptakan dia secara unik, bukan untuk menjadi Presiden dan saya tahu juga dia enggak pernah kepikiran mau ke sana, tapi "dia tepat ada di posisi di mana Tuhan ciptakan dia." So... Anda tepat berada di posisi yang Tuhan sudah rancangkan sejak Dia ciptakan Anda?
Ong Budi