Kekalahan yang menyakitkan dialami oleh kesebelasan Indonesia melawan Arab, hanya tersisa satu menit, malah gawang Indonesia kebobolan sehingga harus kalah. Dan partai lanjutan melawan Korea, berakhir dengan kandasnya tuan rumah Indonesia.
Beralih ke Brasil di Copa Amerika, berawal dengan tertatih-tatih menuju final, tetapi kemudian mengalami klimaks-nya dengan mengalahkan Argentina yang sangat kokoh melangkah menuju final.
Tragis.
Saya kagum dengan kemampuan Tim Brasil, pemain mereka tidak bertaburan bintang, tetapi mereka ditempatkan sesuai dengan Tuhan menciptakan mereka. Di bagian bek ditempatkan orang-orang yang benar-benar kekar dan berbadan kuat. Di bagian penyerang ditaruh orang yang gesit larinya dan cerdik.
Saya berpikir, mengapa Indonesia tidak meniru Brasil dalam memilih pemain bola. Di negara ini terdiri dari beragam suku, yang masing-masing memiliki kelebihannya. Saya membayangkan tim Indonesia, seperti ini: orang Ambon dan Papua dipilih sebagai bek. Pilih yang kuat sehingga kalau body contact tidak ada yang menang melawan mereka. Waktu Brasil mengalahkan Argentina, tidak ada penyerang Argentina yang berani melewati bek-bek yang kekar tsb. Untuk penyerang ambil orang Jawa dan Sunda yang terkenal dengan kegesitan dan kecerdikannya. Pengatur serangan gunakan orang Manado dan orang Batak, kemampuan mereka dalam bidang hukum dan politik menjadi contoh bahwa mereka bertalenta dalam hal ini.
Saya rasa contohnya cukup, tetapi yang mau saya sampaikan adalah setiap suku, Tuhan ciptakan dengan kelebihannya masing-masing. Tuhan bentuk mereka berbeda, untuk mengisi masing-masing posisi dalam kehidupan ini. Jangan pernah iri dengan kemampuan orang lain, tapi gali kemampuan diri sendiri (potensi yang Tuhan taruh di dalam masing-masing orang).
Cheers,
Ong Budi
No comments:
Post a Comment