Friday, April 04, 2008

Seberapa Baik-kah Tuhan?



Menjadi pertanyaan yang terpendam dalam hati banyak orang. Yang tidak berani ditanyakan langsung kepada yang Bersangkutan. "Seberapa baikkah Engkau Tuhan?".

Saya mencoba gambarkan versi saya dalam bentuk gambar di samping. Tuhan itu baik, tidak ada satu titik hitam pun dalam kebaikan Tuhan.

Dan di luarnya ada satu titik hitam yang menggambarkan Iblis, Iblis itu jahat, tidak ada satu titik putih pun yang menyatakan kebaikan Iblis.

Bagaimana kita dapat mengetahui Kebaikan Tuhan? Dalam kitab Mazmur ada satu cara yaitu:

Kecaplah dan Lihatlah, betapa baiknya Tuhan. Untuk merasakan rasa jeruk, tidak ada cara lain, selain mencicipinya.

Sewaktu pulang dari kantor, selagi mengendarai mobil, saya perhatikan bahwa sebetulnya yang paling penting berada di jalur yang tepat. Dan jalur tersebut akan mendorong kita ke arah tujuan kita.

Untuk merasakan 'mengecap' dan mengalami 'melihat' kebaikan Tuhan, ada satu cara yaitu berada di jalurnya Tuhan. Dan jalur itu dengan sendirinya membawa kita mengalami kebaikan Tuhan. Contohnya, kalau Tuhan suruh jaga hati, turuti saja jaga hati. Kalau Tuhan suruh ampuni, ya ampuni saja. Tapi bagaimana bisa mengampuni? Ingat jalur itu akan membawa kita semakin dekat kepada Tuhan dan selama kita ada di jalur itu, Tuhan akan sediakan apa yang kita butuhkan untuk melakukan yang Dia suruh.

Selamat mengecap dan melihat kebaikan Tuhan.

Cheers. God Loves You! And Keep in Mind: You're Loved!

Tuesday, April 01, 2008

Mengapa Manusia Menderita?

Mengapa Manusia Menderita?
Walau kita tahu, Tuhan sangat baik, dan Dia tidak pernah merancangkan yang buruk dalam hidup manusia.

Tetapi mengapa banyak orang sepertinya tidak mengalami kebaikan Tuhan. Jawabannya karena hidup ditentukan oleh pilihan & keputusan (p&k) yang diambil. P&K yang diambil menentukan bagaimana kondisi kehidupan kita. Dan jangan lupa bahwa tidak memilih juga suatu pilihan.

Banyak orang menderita karena salah pilih & ambil keputusan. Tapi anehnya, mereka sering menyalahkan Tuhan. Jadi yang terpenting adalah mengambil p&k yang tepat setiap saat. Tapi bagamana cara memilih yang tepat setiap saat?

Saya akan share mengenai,
Dasar-Dasar dalam Mengambil Keputusan:
1. Selalu ingat bahwa hidup kita sangat berharga. Pahami bahwa hidup itu berharga, menghindarkan kita untuk mengambil pilihan yang membahayakan hidup kita. Contohnya, orang tidak akan memilih narkoba, kalau ia menganggap hidupnya berharga. Suami tidak akan memilih WIL kalau dia menganggap pernikahannya itu berharga, dan lain sebagainya. Dalam Christianity, Allah Bapa mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus untuk menebus manusia karena manusia berharga di mata-Nya.

2. Buatlah keputusan bukan karena itu menyenangkan, tapi kebenaran. Yang benar itu yang terbaik. Pilihan ada di tangan kita untuk menentukan pilih yang menyenangkan atau pilih yang benar. Pilihan yang benar kadang awalnya tidak menyenangkan, tetapi hasilnya akan menyenangkan. Contohnya berolahraga, pilihan untuk berolahraga memang terasa berat pada awalnya, tapi hasilnya akan memuaskan kita. Dalam hidup ada hukum yang berlaku,"makan dulu, baru bayar" atau "bayar dulu, baru makan". Ada anak-anak muda yang bermalas-malasan waktu muda, sering bolos waktu kuliah, dan setelah lulus sukar mendapatkan pekerjaan, kemudian ambil pekerjaan kasar yang tidak mendapat upah yang layak. Mereka "makan" dulu, dan bayar dengan kerja keras kemudian. Sewaktu di pesawat menikmati makanan gratis dan di hotel berbintang menikmati welcome drink, saya baru sadar bahwa ini sudah saya bayar sewaktu kuliah dan belajar dengan tekun. Selalu pilih "Bayar Dulu", untuk menikmati hidup yang lebih baik. "There is no such a free lunch." Jangan pilih kenyamanan, pilih Kebenaran!

3. Hubungan dgn Tuhan menentukan kemenangan/keberhasilan kita. Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Menyatakan bangun hubungan dulu dengan Tuhan, maka kita akan tahu Kehendak Tuhan. Dengan dekat pada Tuhan, akan dapat arahan dari Tuhan untuk dapat ambil p&k yg benar.

4. Dengan siapa kita bergaul menentukan p&k. Pergaulan yang salah menghasilkan keputusan yang salah. Kisah yang paling saya ingat adalah kisah mengenai anak Salomo raja Israel, waktu dia menjadi raja, lingkungan teman-temannya membuat kerajaan-nya terbelah menjadi dua, yang lebih parah lagi, dia hanya didukung oleh dua suku dari dua belas suku Israel. Pilihan yang tragis.

Apakah Anda masih terus hidup menderita? Coba telusuri pilihan dan keputusan yang telah diambil, dan perbaiki dengan sepenuh hati.