Wednesday, September 17, 2008

Bagaimana Mengurangi Laju Pertumbuhan Angka Kemiskinan?

Bapak Ir. Pungky Widiatmoko, M.Si dari Ditjen PPK Depnakertrans RI, dalam seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menyampaikan bahwa tiap terjadi satu kecelakaan kerja, menambah jumlah angka kemiskinan di Indonesia.
Dalam tahun 2007, terjadi 65.474 kasus kecelakaan kerja dengan jumlah meninggal 1.451 orang, cacat 5.326 dan STMB 58.697.

Contohnya dengan kematian satu orang kepala keluarga dalam suatu keluarga, maka keluarga ini kehilangan sumber penghasilan. Seperti kita ketahui, rata-rata pendidikan para buruh adalah tamatan SD, dan biasanya mereka memiliki pasangan hidup yang relatif sama atau lebih rendah pendidikannya. Si ibu yang ditinggalkan akan kemudian berusaha mencari penghasilan pengganti, dan karena ketrampilan yang terbatas, maka dia hanya akan bekerja di sektor informal yang tidak memerlukan keahlian khusus, seperti tukang cuci baju di perumahan.

Dengan penghasilan yang sedikit, jika dia memiliki anak yang masih sekolah, dengan terpaksa akan menghentikan sekolah anaknya. Dengan pendidikan anak yang rendah, si anak juga akan menjadi buruh kerja kasar. Demikian seterusnya seperti lingkaran setan, kemiskinan membelenggu kehidupan mereka.

Bagaimana untuk menghindari hal ini, jawabannya adalah Penerapan Standard K3 yang baik di setiap proyek yang dilaksanakan di Indonesia.

Coba kita akan trace balik, si Ayah yang bekerja siang malam, akhirnya mampu meluluskan anaknya masuk perguruan tinggi. Dan dengan keuletan si Anak, walaupun serba pas-pasan berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi ini. Kemudian dia bekerja dengan penghasilan yang baik, sehingga bisa membantu memperbaiki perekonomian keluarga besarnya. Sehingga terjadi pengurangan jumlah keluarga miskin di negeri ini.

Mari dimulai dari diri kita sendiri, agar memiliki sikap yang menjunjung K3 sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman demi Indonesia yang Lebih Baik (Better Indonesia). (OBS)