Wednesday, April 29, 2009

Kapten Musa

“Kapten Musa”, demikian julukan untuk lokasi penempatan siswa Sekolah Alkitab Cianjur (SAC) setelah menyelesaikan pendidikannya. Hanya orang-orang pilihan yang ditempatkan untuk bekerja di rumah pemilik dari SAC ini.
Mengapa “Kapten Musa”, Musa adalah seorang raja yang dipersiapkan untuk memimpin bangsa Mesir. Dia memiliki segala kapasitas yang dibutuhkan untuk memimpin suatu bangsa. Kepemimpinan, tata negara, apa pun ketrampilan yang dibutuhkan dalam memimpin suatu negara telah diajarkan dalam 40 tahun kehidupannya di istana.

Sehingga suatu kali, terjadi kesalahan fatal, dan dia melarikan diri dan tinggal di padang rumput, menggembalakan domba. Bayangkan seorang yang penuh potensi, tetapi harus berdiam diri dan hanya diserahkan tanggung jawab menggembalakan domba yang cuma beberapa ekor. Berdiam diri dan belajar langsung dari Allah, selama 40 tahun lagi untuk siap memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.

Ada satu lagu yang dinyanyikan oleh Bang Welyar Kauntu yang diinspirasikan oleh pengalaman Musa. Begini liriknya.
Bila Engkau tak besertaku, ku tak mau berjalan.
Kuperlu Tuhan pimpin langkahku dengan kasih karunia Mu.

Bimbing langkahku setiap hari, berjalan dalam Roh Mu.
Nyatakan Tuhan kemuliaan Mu dan berjalanlah denganku.”

Jadi apa yang sebenarnya dipelajari Musa:
1. Belajar Mengikuti “Agenda-nya Tuhan”
“Life begin at 40”, seperti kata dunia, tetapi Musa pada umur 40 malah menghilang dari keramaian dan belajar untuk menunggu waktunya Tuhan. “Ini bukan agenda-mu Musa, ini agenda-KU”, kata Tuhan. Bukan seperti yang kita mau, tapi seperti yang Tuhan mau.

2.Ketergantungan 100% pada Tuhan
Musa yang berumur 80 tahun setelah menjalani “sekolah padang gurun”, memiliki ketergantungan 100% kepada Tuhan. Dia tidak lagi menggunakan hikmat Mesir serta pelatihan yang didapatnya dari Mesir untuk memimpin bangsa yang besar. Hatinya penuh keinginan untuk melakukan kehendak Tuhan bukan kehendaknya sendiri.

Kedua hal ini yang membuatnya mampu memimpin bangsa yang besar untuk masuk ke tanah perjanjian. (Yang sedang masuk sekolah Musa – OBS)