Tuesday, January 26, 2010

Tiada Gunung Terlampau Tinggi


Di atas ketinggian bukit di Cisarua, menunggu giliran untuk terjun flying fox, cukup tinggi untuk menguji keberanian, bagaimana mengatasinya? Saya teringat satu lagu yang dinyanyikan oleh Dra. Ruthie.

Tiada gunung yang terlampau tinggi
Yang tidak mungkin dapat didaki
Jurang yang terlalu curam
Untuk dijembatani
Samudra raya untuk diarungi
Bila kau mau, Tuhan tahu
Bila bertekad, Dia dekat
Percaya saja, tiada mustahil buat Dia

Dengan satu keyakinan, tiada gunung yang terlampau tinggi, saya terjun flying fox.

Di atas gedung STAN sementara menunggu kuliah akan dimulai, saya memandang perumahan Bintaro. Lama memandang, ada satu yang timbul dalam hati saya,”Suatu ketika nanti..., saya akan tinggal di perumahan ini....”
Baru sepuluh tahun kemudian apa yang diimpikan itu bisa menjadi kenyataan.

Amsal mendeskripsikan IMAN dengan perkataan ini, ”Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Raja Salomo menekankan untuk percaya kepada Tuhan, karena memang manusia tidak dapat memahami dimensi lebih tinggi di atas mereka. Ada sesuatu di atas sana, yaitu Tuhan, yang mengatur dan meluruskan jalan hidup mereka.

Penulis Philip Yanchei pernah berkata,”Iman artinya lebih dulu percaya, apa yang akan masuk akal setelah kita menengok ke belakang.” Iman menjangkau masa depan yang sepertinya tidak mungkin terjangkau secara akal. Memang ada hal-hal tertentu dalam kehidupan ini yang hanya akan bisa tercapai melalui iman.

Jadi bagaimana praktisnya? Iman menuntut kepercayaan mutlak tanpa syarat (dengan segenap hati dan pikiran). Kalau Tuhan sudah menaruh suatu keyakinan di dalam hati kita, itu pasti akan terjadi, tidak peduli situasi dan kondisi saat ini.
St. Augustine dari Hippo mengatakan, ”Iman artinya meyakini apa yang tidak kita lihat; dan upah iman ini adalah melihat apa yang kita yakini”. Sumber Hikmat pernah berkata,
”Apabila Aku kembali, berapa banyak orang yang akan Kudapati beriman?"
Saya harap Anda dan saya termasuk dalam kategori beriman ini.

Salam Hikmat, Bijaksana dalam Bertindak
Ong Budi Setiawan

No comments: