Mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda adalah keputusan terpenting yang akan pernah Anda buat!
Doakan dengan suara keras, ”Yesus, saya mengakui bahwa Kau adalah Tuhan dan Juruselamat saya. Saya percaya di dalam hati saya bahwa Allah telah membangkitkan-Mu dari antara orang mati. Dengan iman dalam firman-Mu, saya menerima keselamatan sekarang. Terima kasih karena telah menyelamatkan saya!”
Saat Anda menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus, kebenaran firman-Nya langsung digenapi dalam roh Anda. Sekarang setelah Anda lahir baru, ada diri Anda yang baru!
Friday, February 17, 2012
Why Do You Save Me?
Po, sang Dragon Warrior, hanyut terbawa arus sungai. Terluka parah, sekarat, tidak berdaya… Soothsayer mengangkatnya dari sungai dan membawanya untuk diobati. Setelah Po siuman, ada satu pertanyaan yang diajukan ke Southsayer. “Why do you save me?” (Mengapa engkau menyelamatkan saya?). “To fulfill your destiny.” (Untuk menggenapi takdirmu)…. Kungfu Panda 2.
Menelusuri jalan via dolorosa sampai tiba di bukit Golgota. Di hadapan salib kayu itu saya bertanya kepada Yesus, ”Why do you save me…?”. “To fulfill your destiny.” Jawab-Nya. Teringat percakapan dengan-Nya sebelum penyaliban. “Dosamu amat besar dan engkau harus menerima hukuman. ‘Upah dosa adalah maut.’ Tetapi besok Aku akan disesah dan dimahkotai dengan mahkota duri untukmu – Aku minta kepadamu untuk membantu mereka menancapkan paku-paku ke dalam tangan dan kaki-Ku dan memakukan Aku pada sebuah kayu salib. Aku akan berseru kesakitan, dan Aku akan ikut merasakan kesedihan ibu-Ku, yang hatinya akan hancur karena keharuan. Dan apabila Aku telah mati, kamu akan tahu bahwa dosamu telah diampuni untuk selamanya, bahwa Aku adalah Penggantimu, Korbanmu. Maukah engkau menerima penderitaan-Ku untuk pelanggaran-pelanggaranmu? Ataukah lebih suka menanggung hukumanmu sendiri?” (Richard Wurmbrand)
Apakah saya bisa menerimanya dengan begitu mudah? Menerima keselamatan dan kemudian melanjutkan hidup saya seperti tidak pernah terjadi apa-apa…? Ini tidak adil menurutku. Ada agenda yang telah dirancang-Nya untuk nyawa yang telah diberikan-Nya. Dan sebagai gantinya, saya harus menyelesaikan agenda-Nya di bumi ini.
Yesus, agendaku adalah melakukan kehendak-Mu. Agendaku adalah menyelesaikan pekerjaan-Mu. Inilah destiny-ku, ini takdirku akan ku selesaikan sebagai ganti nyawa-Mu untukku.
My Lord…. My King… My Jesus… Amen
Menelusuri jalan via dolorosa sampai tiba di bukit Golgota. Di hadapan salib kayu itu saya bertanya kepada Yesus, ”Why do you save me…?”. “To fulfill your destiny.” Jawab-Nya. Teringat percakapan dengan-Nya sebelum penyaliban. “Dosamu amat besar dan engkau harus menerima hukuman. ‘Upah dosa adalah maut.’ Tetapi besok Aku akan disesah dan dimahkotai dengan mahkota duri untukmu – Aku minta kepadamu untuk membantu mereka menancapkan paku-paku ke dalam tangan dan kaki-Ku dan memakukan Aku pada sebuah kayu salib. Aku akan berseru kesakitan, dan Aku akan ikut merasakan kesedihan ibu-Ku, yang hatinya akan hancur karena keharuan. Dan apabila Aku telah mati, kamu akan tahu bahwa dosamu telah diampuni untuk selamanya, bahwa Aku adalah Penggantimu, Korbanmu. Maukah engkau menerima penderitaan-Ku untuk pelanggaran-pelanggaranmu? Ataukah lebih suka menanggung hukumanmu sendiri?” (Richard Wurmbrand)
Apakah saya bisa menerimanya dengan begitu mudah? Menerima keselamatan dan kemudian melanjutkan hidup saya seperti tidak pernah terjadi apa-apa…? Ini tidak adil menurutku. Ada agenda yang telah dirancang-Nya untuk nyawa yang telah diberikan-Nya. Dan sebagai gantinya, saya harus menyelesaikan agenda-Nya di bumi ini.
Yesus, agendaku adalah melakukan kehendak-Mu. Agendaku adalah menyelesaikan pekerjaan-Mu. Inilah destiny-ku, ini takdirku akan ku selesaikan sebagai ganti nyawa-Mu untukku.
My Lord…. My King… My Jesus… Amen
Subscribe to:
Posts (Atom)