Friday, June 22, 2012
Injil Dalam Kitab Amsal
Cukup lama saya mengenal kitab Amsal, tetapi selama itu saya belum berhasil menemukan kisah penebusan atau keselamatan melalui pengorbanan Anak Domba Allah. Selama ini pandangan saya mengenai Amsal adalah kitab yang membahas mengenai cara hidup seperti pergaulan, bisnis, pekerjaan, keluarga dsb. Tetapi setelah mempelajari lebih lanjut, memang ada kisah penebusan yang tersembunyi dalam kitab Amsal.
Pertama-tama, apa pengertian dari penebusan? Penebusan berarti menukar barang yang berharga milik orang lain dengan sesuatu yang lebih bernilai dari nilai barang tersebut. Seperti di pegadaian kita menebus barang yang telah digadaikan dengan sejumlah uang yang lebih besar dari nilai sewaktu digadaikan karena ditambahkan bunganya.
Nah setelah tahu mengenai penebusan, kenapa manusia harus ditebus? Karena manusia menjual hidupnya dengan tidak mentaati perintah Allah atau Bapa-nya. Kisah-nya seperti di Amsal 1: pemuda-pemuda berandalan membujuk seorang anak muda untuk mengikuti jalan hidup mereka. Ayahnya telah menasehati, “Anakku, janganlah engkau mengikuti ajakan mereka. Jauhilah orang-orang semacam itu karena kejahatan adalah kehidupan mereka, dan membunuh adalah keahlian mereka.” Karena terdorong oleh janji-janji yang disodorkan oleh pemuda-pemuda berandalan itu, maka anak itu mengikuti gerombolan ini. Dan terhilang dari orang tuanya….
Sebelum kita melanjutkan kisah tersebut, berarti apa yang ditawarkan oleh penebusan? Atau dengan kata lain apa yang dimaksud dengan surga? Surga dalam definisi ini adalah kembalinya si anak hilang ke rumah Ayahnya. Terjalinnya kembali hubungan antara Allah sebagai Bapa dan kita manusia sebagai anak-anak-Nya. Surga menurut saya tidak sekedar tempat yang indah dan agung, tetapi tempat di mana kita rindu untuk pulang, ke rumah tempat kita dilahirkan, kampung halaman kita. Amsal 8 menggambarkannya seperti ini: “Aku selalu berada di samping-Nya seperti seorang anak yang dikasihi-Nya. Aku selalu menjadi sukacita bagi-Nya, bergembira dan bermain-main di hadirat-Nya.”
Kisah ini dilanjutkan saat kelaparan melanda negeri dan tidak ada lagi yang bisa di makan, semua teman berandalannya meninggalkan dia, maka anak muda ini bekerja di peternakan babi. Bencana kelaparan sangat parah, bahkan untuk mengganjal perutnya dengan ampas makanan babi pun dilarang oleh majikannya. Dalam kelaparan, putus asa dan tanpa harapan dia ingat akan ayahnya….
Di sini dilakukan penebusan, sang Ayah mengutus Anak-Nya untuk mengorbankan diri-Nya untuk menebus anak muda ini. Karena Amsal berkata, “Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.” Cambukan Romawi yang menyebabkan bilur-bilur (daging yang terkelupas dari tubuh) sampai akhirnya penyaliban Yesus di kayu salib adalah jalan untuk membersihkan kejahatan dari lubuk hati. Gambaran ini begitu gamblang dituliskan dalam kitab Amsal.
Melalui jalan ini maka sang pemuda dapat kembali kepada Ayah-nya. Pulang ke rumah Bapa. Jika saudara belum menemukan jalan ini, saya undang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Penebus agar kita bersama dapat berjumpa kembali dengan Bapa, Ayah kita di surga. Silahkan panjatkan doa pendek di bawah ini:
”Yesus, saya mengakui bahwa Kau adalah Tuhan dan Juruselamat saya. Saya percaya di dalam hati saya bahwa Allah telah membangkitkan-Mu dari antara orang mati. Dengan iman dalam firman-Mu, saya menerima keselamatan sekarang. Terima kasih karena telah menyelamatkan saya!”
Sampai bertemu, bertemu
Bertemu di rumah Bapa-ku
Semoga bertemu, bertemu
Sampai kita bertemu di Surga.
Salam Hikmat, Bijaksana Dalam Bertindak,
Ong Budi Setiawan
Subscribe to:
Posts (Atom)